Tabel angsuran KUR BRI 2026 di bawah ini adalah simulasi cicilan bulanan yang dihitung memakai rumus anuitas dari tarif 6 persen efektif per tahun sesuai Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 8 Tahun 2019, mencakup seluruh plafon dari Rp10 juta sampai Rp500 juta pada lima pilihan tenor: 12, 24, 36, 48, dan 60 bulan. Semua angka di halaman ini adalah hasil perhitungan simulasi, bukan penawaran resmi dari BRI atau bank penyalur KUR mana pun, sehingga tetap wajib dikonfirmasi ke kantor cabang sebelum dijadikan dasar keputusan.

Banyak calon debitur bingung memperkirakan besar cicilan sebelum mengajukan pinjaman KUR BRI, padahal angka ini penting dihitung jauh sebelum formulir diisi, supaya dampaknya terhadap arus kas usaha bisa diperkirakan lebih dulu. Halaman ini dirancang sebagai referensi tunggal yang memuat seluruh kombinasi plafon dan tenor KUR sekaligus, lengkap dengan tabel total bunga, penjelasan rumus di baliknya, perbandingan tenor pendek versus panjang, dan cara menilai apakah angsuran itu memang sanggup ditanggung dari laba usaha Anda.

Skema KUR sendiri sudah berjalan lama dan terbukti disalurkan dalam jumlah besar. Berdasarkan portal resmi Kebijakan KUR Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, realisasi KUR skema subsidi bunga sejak Agustus 2015 sampai 31 Desember 2020 saja sudah mencapai Rp670,5 triliun, dengan tingkat kredit bermasalah (NPL) yang sangat rendah, hanya 0,46 persen. Tarif bunga KUR juga sudah beberapa kali turun, dari 12 persen di awal 2015, menjadi 9 persen, lalu menjadi 6 persen efektif per tahun seperti yang berlaku sekarang.

Cara Membaca Tabel Angsuran KUR BRI 2026 Ini

Sebelum masuk ke angka, penting memahami dulu apa yang sebenarnya ditampilkan tabel di bawah. Setiap sel dalam tabel adalah hasil perhitungan angsuran bulanan, gabungan pokok dan bunga, untuk satu kombinasi plafon dan tenor tertentu, dihitung memakai rumus anuitas dari tarif 6 persen efektif per tahun. Artinya, nilai yang Anda lihat bukan angka resmi yang dipatok BRI untuk produk tertentu, melainkan simulasi yang menggambarkan pola cicilan berbasis tarif KUR nasional sesuai Permenko 8/2019.

Cara memakainya sederhana. Cari baris plafon yang sesuai dengan rencana pinjaman Anda di kolom paling kiri, lalu telusuri ke kanan sampai kolom tenor yang Anda incar. Angka pada perpotongan baris dan kolom itulah perkiraan angsuran bulanan Anda. Karena bunga riil yang berlaku di bank bisa berbeda tergantung kebijakan tahun berjalan, jenis KUR, dan kanal pengajuan, gunakan angka ini sebagai gambaran kasar untuk perencanaan awal, bukan angka final yang langsung dipakai saat pengajuan KUR BRI di kantor cabang.

Satu hal lagi yang perlu diingat: tabel ini hanya menghitung komponen pokok dan bunga. Biaya administrasi, biaya provisi, atau premi asuransi jika ada, belum tentu masuk dalam simulasi ini karena besarannya berbeda-beda tiap bank dan tiap waktu. Untuk gambaran menyeluruh soal syarat dan proses, ada baiknya juga membaca persyaratan KUR BRI sebelum menghitung-hitung angsuran lebih jauh.

Tabel Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Semua Plafon

Berikut tabel simulasi angsuran KUR BRI 2026 untuk seluruh rentang plafon, dari Rp10 juta sampai Rp500 juta, pada lima pilihan tenor yang umum tersedia di program KUR. Semua angka dihitung dengan rumus anuitas dari tarif 6 persen efektif per tahun, dan berlaku sebagai simulasi perhitungan, bukan penawaran resmi bank.

Plafon 12 Bulan 24 Bulan 36 Bulan 48 Bulan 60 Bulan
Rp10.000.000Rp860.664Rp443.206Rp304.219Rp234.850Rp193.328
Rp25.000.000Rp2.151.661Rp1.108.015Rp760.548Rp587.126Rp483.320
Rp50.000.000Rp4.303.321Rp2.216.031Rp1.521.097Rp1.174.251Rp966.640
Rp75.000.000Rp6.454.982Rp3.324.046Rp2.281.645Rp1.761.377Rp1.449.960
Rp100.000.000Rp8.606.643Rp4.432.061Rp3.042.194Rp2.348.503Rp1.933.280
Rp150.000.000Rp12.909.964Rp6.648.092Rp4.563.291Rp3.522.754Rp2.899.920
Rp200.000.000Rp17.213.286Rp8.864.122Rp6.084.387Rp4.697.006Rp3.866.560
Rp250.000.000Rp21.516.607Rp11.080.153Rp7.605.484Rp5.871.257Rp4.833.200
Rp300.000.000Rp25.819.929Rp13.296.183Rp9.126.581Rp7.045.509Rp5.799.840
Rp500.000.000Rp43.033.215Rp22.160.305Rp15.210.969Rp11.742.515Rp9.666.401

Tabel simulasi angsuran per bulan, dihitung anuitas dari tarif 6 persen efektif per tahun sesuai Permenko 8/2019. Bukan penawaran resmi bank.

Perhatikan pola pada tabel ini: karena rumus anuitas bersifat linear terhadap plafon, angsuran KUR Rp100 juta persis dua kali angsuran KUR Rp50 juta pada tenor yang sama, dan angsuran Rp300 juta persis tiga kali angsuran Rp100 juta. Pola ini memudahkan Anda memperkirakan angsuran untuk plafon di luar tabel, tinggal mengalikan atau membagi secara proporsional. Kalau plafon incaran Anda persis Rp100 juta, ada pembahasan lebih detail di KUR BRI Rp100 juta.

Tabel simulasi angsuran KUR BRI 2026 untuk semua plafon dan tenor
Simulasi angsuran KUR BRI 2026, dari plafon Rp10 juta sampai Rp500 juta.

Tabel Total Bunga yang Harus Dibayar

Selain angsuran bulanan, penting juga melihat total bunga yang akan Anda bayar sepanjang masa pinjaman. Angka ini sering luput dari perhatian karena fokus orang biasanya hanya pada besar cicilan per bulan, padahal total bunga inilah yang menentukan berapa "biaya" sesungguhnya dari pinjaman itu. Berikut simulasi total bunga untuk beberapa plafon yang paling sering dicari, pada lima pilihan tenor.

Plafon Tenor Angsuran/Bulan Total Dibayar Total Bunga
Rp25.000.00012 bulanRp2.151.661Rp25.819.929Rp819.929
Rp25.000.00024 bulanRp1.108.015Rp26.592.366Rp1.592.366
Rp25.000.00036 bulanRp760.548Rp27.379.744Rp2.379.744
Rp25.000.00048 bulanRp587.126Rp28.182.035Rp3.182.035
Rp25.000.00060 bulanRp483.320Rp28.999.202Rp3.999.202
Rp50.000.00012 bulanRp4.303.321Rp51.639.858Rp1.639.858
Rp50.000.00024 bulanRp2.216.031Rp53.184.732Rp3.184.732
Rp50.000.00036 bulanRp1.521.097Rp54.759.487Rp4.759.487
Rp50.000.00048 bulanRp1.174.251Rp56.364.070Rp6.364.070
Rp50.000.00060 bulanRp966.640Rp57.998.405Rp7.998.405
Rp100.000.00012 bulanRp8.606.643Rp103.279.716Rp3.279.716
Rp100.000.00024 bulanRp4.432.061Rp106.369.465Rp6.369.465
Rp100.000.00036 bulanRp3.042.194Rp109.518.975Rp9.518.975
Rp100.000.00048 bulanRp2.348.503Rp112.728.139Rp12.728.139
Rp100.000.00060 bulanRp1.933.280Rp115.996.809Rp15.996.809
Rp500.000.00012 bulanRp43.033.215Rp516.398.578Rp16.398.578
Rp500.000.00024 bulanRp22.160.305Rp531.847.323Rp31.847.323
Rp500.000.00036 bulanRp15.210.969Rp547.594.874Rp47.594.874
Rp500.000.00048 bulanRp11.742.515Rp563.640.697Rp63.640.697
Rp500.000.00060 bulanRp9.666.401Rp579.984.046Rp79.984.046

Simulasi total bunga anuitas pada tarif 6 persen efektif per tahun untuk beberapa plafon yang paling banyak dicari.

Polanya konsisten di semua plafon: makin panjang tenor, angsuran per bulan makin ringan, tetapi total bunga yang dibayar makin besar. Contoh paling jelas ada pada KUR Rp50 juta: tenor 12 bulan hanya menanggung total bunga sekitar Rp1,64 juta, sedangkan tenor 60 bulan totalnya membengkak jadi sekitar Rp8,00 juta, selisihnya kurang lebih Rp6,36 juta. Untuk plafon Rp500 juta, selisih antara tenor 12 bulan dan 60 bulan bahkan mencapai puluhan juta rupiah. Kalau Anda sedang menimbang plafon besar untuk modal kerja, bandingkan juga dengan opsi kredit modal kerja BRI yang mungkin punya struktur tenor berbeda.

Rumus Anuitas di Balik Angka Tabel Ini

Seluruh angka pada dua tabel di atas dihitung dengan rumus anuitas standar untuk pinjaman berbunga tetap, yaitu A = P x i / (1 - (1 + i)^-n). Dalam rumus ini, A adalah angsuran bulanan, P adalah plafon pinjaman, i adalah suku bunga per bulan, dan n adalah tenor dalam bulan. Karena tarif KUR yang berlaku adalah 6 persen efektif per tahun, nilai i yang dipakai adalah 0,06 dibagi 12, atau 0,005 per bulan.

Mari kita coba satu contoh perhitungan supaya lebih jelas, memakai KUR Rp50 juta dengan tenor 36 bulan. Dengan i sebesar 0,005 dan n sebesar 36, rumus di atas menghasilkan angsuran bulanan sebesar Rp1.521.097, persis seperti yang tertera di tabel simulasi angsuran. Kalau Anda mengalikan angka itu dengan 36 bulan, hasilnya Rp54.759.487, dan selisihnya dari plafon awal Rp50 juta itulah total bunga yang harus dibayar, yaitu Rp4.759.487, sama persis dengan angka pada tabel total bunga di atas.

Memahami rumus ini berguna kalau suatu saat Anda ingin menghitung sendiri plafon atau tenor yang tidak ada di tabel, atau sekadar ingin memverifikasi ulang angka yang diberikan petugas bank saat dana KUR BRI Anda dicairkan. Detail resmi soal tarif dan dasar hukumnya bisa dibaca langsung di halaman Kebijakan KUR milik Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Tenor Pendek vs Tenor Panjang, Mana yang Lebih Untung

Pertanyaan ini sering muncul saat calon debitur mengisi formulir pengajuan: pilih tenor pendek supaya cepat lunas, atau tenor panjang supaya cicilan ringan? Jawabannya tidak tunggal, karena keduanya punya kelebihan dan konsekuensi yang berbeda tergantung kondisi arus kas usaha Anda.

  • Tenor pendek (12-24 bulan). Angsuran per bulan lebih besar, tetapi total bunga yang dibayar sepanjang masa pinjaman jauh lebih kecil. Cocok untuk usaha dengan arus kas kuat dan stabil, atau untuk pinjaman yang dipakai membiayai kebutuhan modal kerja jangka pendek yang perputarannya cepat.
  • Tenor menengah (36 bulan). Titik tengah yang cukup populer, angsuran sudah jauh lebih ringan dibanding tenor 12 bulan, sementara total bunga masih relatif terkendali dibanding tenor 60 bulan.
  • Tenor panjang (48-60 bulan). Angsuran bulanan paling ringan, sangat membantu menjaga arus kas tetap longgar tiap bulan, tetapi total bunga yang dibayar sepanjang masa pinjaman jauh lebih besar dibanding tenor pendek pada plafon yang sama.

Sebagai rambu praktis, tenor panjang lebih masuk akal dipilih kalau pinjaman itu dipakai untuk investasi jangka panjang, misalnya membeli mesin atau merenovasi tempat usaha, yang manfaatnya juga dirasakan bertahun-tahun ke depan. Sebaliknya, kalau pinjaman dipakai untuk kebutuhan modal kerja yang perputarannya cepat, tenor pendek biasanya lebih hemat karena total bunga yang dibayar jauh lebih kecil. Anda juga bisa membandingkan struktur produk serupa seperti Kupedes BRI atau KUR Mandiri sebagai pertimbangan tambahan sebelum memutuskan.

Perbandingan tenor pendek dan tenor panjang KUR BRI 2026 dari sisi angsuran dan total bunga
Tenor pendek menekan total bunga, tenor panjang menekan angsuran bulanan.

Kategori Plafon KUR dan Ketentuan Agunan

Plafon KUR dibagi ke dalam beberapa kategori resmi, dan memahaminya membantu Anda memilih baris mana di tabel simulasi yang relevan dengan kebutuhan usaha Anda. Berdasarkan halaman Kebijakan KUR Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, kategorinya sebagai berikut:

  • KUR Super Mikro. Plafon sampai dengan Rp10 juta per penerima. Tidak mensyaratkan minimal lama usaha dan tidak dipersyaratkan agunan tambahan. Penerima yang usahanya belum berjalan 6 bulan wajib mengikuti pelatihan atau pendampingan.
  • KUR Mikro. Plafon di atas Rp10 juta sampai dengan Rp50 juta per penerima. Tidak diwajibkan agunan tambahan dan tanpa perikatan. Untuk sektor produksi, plafon ini bisa disuplesi ulang tanpa batas maksimal akumulasi.
  • KUR Kecil. Plafon di atas Rp50 juta sampai dengan Rp500 juta per penerima.
  • KUR Khusus. Plafon sampai dengan Rp500 juta, diperuntukkan bagi kelompok usaha yang tergabung dalam mitra usaha, misalnya perkebunan rakyat, peternakan rakyat, perikanan rakyat, dan industri UMKM.
  • KUR Penempatan Pekerja Migran Indonesia. Plafon sampai dengan Rp25 juta, khusus untuk pekerja migran Indonesia.

Satu hal yang penting diketahui: plafon sampai dengan Rp100 juta tidak dipersyaratkan agunan tambahan, baik untuk kategori KUR Super Mikro, KUR Mikro, maupun KUR Kecil. Ini kabar baik untuk pelaku UMKM yang belum punya aset besar untuk dijaminkan. Namun perlu diingat, kebijakan bunga, kuota, dan tanggal pembukaan program bisa berubah tiap tahun sesuai kebijakan pemerintah yang berjalan, jadi selalu cek kanal resmi bank sebelum mengajukan. Untuk gambaran produk serupa di bank lain, Anda bisa membandingkan dengan KUR BNI atau KUR BCA.

Cara Menilai Kesanggupan Bayar dari Arus Kas Usaha

Setelah tahu berapa angsuran bulanannya, pertanyaan berikutnya yang jauh lebih penting adalah: apakah usaha Anda benar-benar sanggup membayar angsuran itu setiap bulan, tanpa mengganggu operasional? Salah satu rambu praktis yang umum dipakai untuk pinjaman usaha kecil adalah memastikan cicilan bulanan tidak melebihi sekitar sepertiga dari laba bersih bulanan usaha. Rambu ini bukan aturan resmi dari bank atau pemerintah, melainkan panduan kehati-hatian yang lazim dipakai dalam perencanaan keuangan usaha kecil.

Mari kita coba terapkan pada dua contoh dari tabel simulasi di atas. Untuk KUR Rp50 juta tenor 36 bulan, angsurannya sekitar Rp1.521.097 per bulan. Mengikuti rambu sepertiga, idealnya laba bersih usaha Anda minimal sekitar tiga kali angka itu, atau kurang lebih Rp4,56 juta per bulan, supaya cicilan tidak membebani terlalu berat operasional harian. Untuk KUR Rp100 juta tenor 60 bulan, angsurannya sekitar Rp1.933.280 per bulan, sehingga laba bersih usaha idealnya minimal sekitar Rp5,80 juta per bulan.

Ini hanya rambu kasar untuk pengecekan awal, bukan rumus baku yang dipakai bank untuk menyetujui pengajuan. Yang lebih penting adalah kejujuran menilai laba bersih sendiri, bukan omzet kotor. Banyak pelaku usaha keliru menghitung kesanggupan bayar dari total penjualan, padahal yang relevan adalah laba bersih setelah biaya operasional dikurangi. Untuk menghitungnya secara rapi, mulai dari menyusun anggaran usaha yang memisahkan pendapatan, biaya tetap, dan biaya variabel, lalu pastikan harga jual produk Anda sudah menentukan harga jual produk secara sehat sehingga marginnya cukup menutup cicilan.

Kalau setelah dihitung ternyata angsuran pada tenor pendek terlalu berat untuk laba bersih usaha Anda saat ini, pertimbangkan memilih tenor yang lebih panjang supaya cicilan bulanan lebih ringan, meski konsekuensinya total bunga yang dibayar jadi lebih besar. Sebaliknya, kalau laba bersih usaha cukup kuat dan stabil, tenor pendek lebih menguntungkan karena total bunga yang dibayar jauh lebih hemat.

Kesalahan Umum Saat Membaca Tabel Angsuran

Ada beberapa kesalahan yang sering terjadi ketika orang membaca tabel simulasi angsuran seperti ini. Mengenalinya membantu Anda menghindari kesalahan menghitung sebelum benar-benar mengajukan pinjaman.

  • Menganggap angka tabel sebagai penawaran resmi bank. Padahal ini simulasi hasil perhitungan anuitas dari tarif KUR nasional, bukan angka yang dijamin sama persis saat pengajuan disetujui.
  • Lupa bahwa tarif bisa berubah tiap tahun berjalan. Kebijakan bunga dan kuota KUR ditetapkan pemerintah, jadi selalu cek kanal resmi sebelum menjadikan angka ini patokan mutlak.
  • Tidak memperhitungkan biaya tambahan di luar pokok dan bunga. Sebagian bank mungkin mengenakan biaya administrasi atau provisi yang besarannya berbeda-beda dan belum masuk dalam simulasi ini.
  • Memilih plafon berdasarkan keinginan, bukan kebutuhan riil usaha. Mengambil plafon maksimal tanpa menghitung kebutuhan modal sebenarnya berisiko membuat angsuran jadi beban yang tidak perlu.
  • Tidak mengonfirmasi ulang ke petugas bank sebelum menandatangani perjanjian. Tabel ini alat bantu perencanaan awal, bukan pengganti konsultasi langsung dengan bank yang memproses pengajuan Anda.

Baca Juga: Topik Terkait

Untuk melengkapi perencanaan pengajuan KUR BRI Anda, berikut beberapa artikel terkait yang bisa dibaca lebih lanjut:

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu tabel angsuran KUR BRI 2026?

Tabel angsuran KUR BRI 2026 adalah simulasi perhitungan cicilan bulanan KUR yang dihitung memakai rumus anuitas dari tarif 6 persen efektif per tahun sesuai Permenko 8/2019, mencakup berbagai kombinasi plafon dan tenor. Tabel ini bukan penawaran resmi bank, melainkan alat bantu perencanaan sebelum mengajukan pinjaman.

Berapa suku bunga KUR BRI tahun 2026?

Tarif KUR yang berlaku secara nasional adalah 6 persen efektif per tahun, sesuai Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 8 Tahun 2019. Karena kebijakan bunga bisa disesuaikan tiap tahun berjalan oleh pemerintah, tetap cek kanal resmi KUR atau kantor cabang BRI untuk memastikan tarif yang berlaku saat Anda mengajukan.

Bagaimana cara menghitung angsuran KUR dengan rumus anuitas?

Gunakan rumus A = P x i / (1 - (1 + i)^-n), dengan A adalah angsuran bulanan, P adalah plafon pinjaman, i adalah suku bunga per bulan (0,06 dibagi 12, atau 0,005), dan n adalah tenor dalam bulan. Contoh untuk KUR Rp50 juta tenor 36 bulan, hasilnya sekitar Rp1.521.097 per bulan.

Lebih baik pilih tenor pendek atau tenor panjang KUR?

Tergantung kondisi arus kas usaha. Tenor pendek membuat angsuran lebih besar tetapi total bunga jauh lebih kecil, cocok untuk usaha dengan arus kas kuat. Tenor panjang membuat angsuran lebih ringan tetapi total bunga lebih besar, cocok untuk menjaga arus kas tetap longgar atau untuk pinjaman investasi jangka panjang.

Berapa batas cicilan KUR yang aman untuk arus kas usaha?

Sebagai rambu praktis, bukan aturan resmi, cicilan bulanan sebaiknya tidak melebihi sekitar sepertiga dari laba bersih bulanan usaha. Rambu ini membantu memastikan angsuran tidak membebani operasional harian secara berlebihan, tetapi keputusan akhir tetap harus mempertimbangkan kondisi keuangan usaha Anda secara menyeluruh.

Apakah angka pada tabel ini angka resmi dari BRI?

Bukan. Angka pada tabel ini adalah simulasi hasil perhitungan anuitas dari tarif KUR nasional 6 persen efektif per tahun, bukan penawaran resmi BRI atau bank penyalur KUR lainnya. Angsuran riil bisa berbeda tergantung kebijakan yang berlaku saat pengajuan, sehingga tetap perlu dikonfirmasi ke kantor cabang.

Apa saja kategori plafon KUR dan ketentuan agunannya?

Ada KUR Super Mikro (plafon sampai Rp10 juta), KUR Mikro (di atas Rp10 juta sampai Rp50 juta), KUR Kecil (di atas Rp50 juta sampai Rp500 juta), KUR Khusus (sampai Rp500 juta untuk kelompok mitra usaha), dan KUR Penempatan Pekerja Migran Indonesia (sampai Rp25 juta). Plafon sampai dengan Rp100 juta tidak dipersyaratkan agunan tambahan.

Apakah pengajuan KUR pasti disetujui bank?

Tidak. Persetujuan pengajuan KUR sepenuhnya kewenangan bank penyalur berdasarkan penilaian kelayakan usaha, riwayat kredit, dan kelengkapan dokumen. Tabel simulasi angsuran di halaman ini hanya alat bantu perencanaan, bukan jaminan bahwa pengajuan Anda akan disetujui.

Kesimpulan

Tabel angsuran KUR BRI 2026 di atas memberi gambaran menyeluruh berapa cicilan bulanan dan total bunga yang perlu disiapkan untuk setiap kombinasi plafon dan tenor, dihitung anuitas dari tarif 6 persen efektif per tahun sesuai Permenko 8/2019. Namun ingat, ini simulasi perencanaan, bukan penawaran resmi bank. Langkah paling penting setelah membaca tabel ini adalah menghitung kembali laba bersih usaha Anda secara jujur, memastikan angsuran yang dipilih benar-benar sanggup ditanggung tanpa mengganggu operasional, lalu mengonfirmasi angka final langsung ke kantor cabang BRI terdekat.

Menyusun rencana pembiayaan usaha yang matang, mulai dari memilih plafon dan tenor yang tepat sampai menata bisnis plan yang solid, akan sangat membantu memperbesar peluang pengajuan KUR Anda berjalan lancar. Kalau Anda butuh pendampingan menyusun strategi keuangan usaha secara menyeluruh, mulai dari perencanaan modal, arus kas, sampai kesiapan pengajuan pembiayaan, tim Mentor Bisnis Indonesia siap membantu Anda dari perencanaan sampai eksekusi.