Cara membuat press release yang efektif sebenarnya berangkat dari satu prinsip sederhana: tulislah seolah Anda seorang jurnalis, bukan seorang penjual. Press release, atau siaran pers, adalah dokumen resmi satu sampai dua halaman yang Anda kirim ke media dan jurnalis untuk mengumumkan sesuatu yang dianggap layak diberitakan, mulai dari peluncuran produk, pencapaian penting, kerja sama strategis, sampai kegiatan sosial perusahaan. Tujuannya bukan sekadar pamer, melainkan memberi redaksi bahan jadi yang siap diolah menjadi berita.
Dari pengalaman mendampingi pelaku UMKM yang ingin tampil di media tanpa harus pasang iklan mahal, di sinilah letak masalah yang paling sering muncul. Banyak yang menulis siaran pers dengan nada brosur penuh kata "terbaik", "nomor satu", dan "luar biasa", lalu heran kenapa tidak ada satu pun jurnalis yang membalas. Padahal redaksi setiap hari menerima puluhan rilis, dan yang mereka cari hanya satu hal: nilai berita yang nyata, bukan promosi terselubung.
Artikel ini membahas tuntas pengertian dan fungsi press release, struktur lengkapnya dari judul sampai boilerplate dan kontak, cara menulis yang benar-benar layak berita, langkah mengirim ke media dan jurnalis, sebuah contoh yang bisa Anda tiru, kesalahan umum yang harus dihindari, sampai tips agar rilis Anda dilirik. Tujuannya satu: agar pesan bisnis Anda punya peluang nyata diangkat menjadi berita.
Apa Itu Press Release dan Fungsinya
Press release adalah pernyataan tertulis resmi dari sebuah organisasi yang ditujukan kepada media massa untuk menyampaikan informasi yang bernilai berita. Bentuknya ringkas, padat, dan ditulis dengan gaya jurnalistik agar redaksi mudah menggunakannya, baik dikutip utuh maupun diolah ulang menjadi artikel. Karena itulah siaran pers sering disebut sebagai "berita siap pakai" yang Anda serahkan ke meja redaksi.
Fungsi utamanya ada beberapa. Pertama, sebagai sarana publikasi tanpa biaya iklan, sehingga bisnis kecil pun bisa muncul di media kalau kabarnya memang menarik. Kedua, sebagai alat membangun kredibilitas, sebab berita yang dimuat media pihak ketiga jauh lebih dipercaya ketimbang klaim yang Anda sebar sendiri. Ketiga, sebagai pendukung reputasi jangka panjang yang menempel pada upaya meningkatkan brand awareness dan memperkuat posisi merek di benak publik.
Jujur saja, banyak pelaku usaha menyamakan press release dengan iklan. Padahal keduanya berbeda jauh. Iklan adalah ruang berbayar yang isinya sepenuhnya Anda kendalikan, sedangkan press release adalah usulan berita yang keputusan akhirnya ada di tangan redaksi. Justru ketiadaan kendali itulah yang membuatnya bernilai: ketika sebuah media independen memutuskan mengangkat kabar Anda, ada bobot kepercayaan yang tidak bisa dibeli dengan uang iklan. Memahami batas ini sejak awal akan membuat Anda menulis dengan sudut pandang yang tepat.
Kapan Bisnis Perlu Mengirim Press Release
Tidak semua kabar layak dijadikan siaran pers. Mengirim rilis untuk hal sepele justru menurunkan kredibilitas Anda di mata jurnalis, karena mereka jadi malas membuka email berikutnya. Maka kuncinya adalah memilih momen yang benar-benar punya nilai berita. Berikut situasi yang umumnya layak diangkat menjadi press release:
- Peluncuran produk atau layanan baru. Terutama bila ada unsur kebaruan, inovasi, atau menjawab kebutuhan yang belum terpenuhi di pasar.
- Pencapaian penting. Penghargaan, sertifikasi resmi, ekspansi ke kota baru, atau tonggak seperti melayani pelanggan ke sekian ribu.
- Kerja sama atau kemitraan strategis. Kolaborasi dengan merek lain, lembaga, atau program pemerintah yang berdampak luas.
- Kegiatan sosial dan keberlanjutan. Program tanggung jawab sosial, donasi, atau inisiatif yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
- Tanggapan atas isu publik. Klarifikasi resmi atau sikap perusahaan terhadap peristiwa yang sedang menjadi perhatian dan relevan dengan bisnis Anda.
Yang menarik, momentum kadang lebih penting daripada besarnya berita. Sebuah kabar kecil yang dikirim saat topiknya sedang ramai bisa mendapat perhatian lebih besar daripada kabar besar yang dilempar di waktu yang sepi. Karena itu, biasakan menghubungkan kabar bisnis Anda dengan agenda atau tren yang sedang berlangsung, agar redaksi melihat relevansinya. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip marketing communication yang menempatkan pesan pada konteks dan waktu yang tepat.
Struktur Press Release dari Judul sampai Kontak
Struktur baku press release mengikuti pola jurnalistik yang sudah dikenal redaksi, sehingga mereka bisa membaca dan memprosesnya dengan cepat. Memahami tiap bagian adalah inti dari cara membuat press release yang rapi. Tabel berikut merangkum komponen utamanya beserta fungsinya.
Tujuh bagian inti press release yang menyusun berita dari judul sampai narahubung.
Perhatikan urutannya: bagian terpenting selalu di atas. Ini disebut pola piramida terbalik, tempat informasi paling vital diletakkan lebih dahulu, lalu detail pendukung mengikuti. Pola ini memudahkan redaksi memotong bagian bawah tanpa kehilangan inti berita, sebab keterbatasan ruang halaman adalah hal lumrah di dunia media. Boilerplate, yaitu profil singkat perusahaan yang dipakai berulang di setiap rilis, sebaiknya Anda susun sekali dengan cermat agar tinggal disalin. Profil ini mirip versi padat dari company profile yang Anda miliki.
Cara Menulis yang Layak Berita
Inilah pembeda antara press release yang dibaca dan yang langsung dihapus. Layak berita berarti rilis Anda mengandung unsur yang membuat redaksi merasa pembacanya perlu tahu. Beberapa unsur nilai berita yang umum dikenali jurnalis adalah dampak, kebaruan, kedekatan, ketokohan, dan keunikan. Semakin banyak unsur ini hadir, semakin besar peluang rilis Anda diangkat.
Kunci praktisnya, geser sudut pandang dari "apa yang ingin saya jual" menjadi "mengapa kabar ini penting bagi pembaca". Misalnya, alih-alih menulis "Kami meluncurkan aplikasi kasir baru", lebih kuat menulis "Aplikasi kasir baru ini membantu warung kecil mencatat penjualan tanpa perlu komputer mahal". Sudut kedua menjawab kebutuhan nyata pembaca, dan itulah yang menjadi berita. Mengaitkan kabar dengan tren atau persoalan yang sedang dibicarakan publik akan semakin memperkuat relevansinya.
Pro Tip: Uji rilis Anda dengan satu pertanyaan
Sebelum mengirim, bayangkan Anda seorang pembaca yang sama sekali tidak kenal bisnis Anda. Lalu tanyakan: "Kenapa saya harus peduli?" Bila Anda kesulitan menjawabnya dalam satu kalimat, berarti angle beritanya belum kuat. Perbaiki dulu sudutnya sebelum kalimat pertama disusun.
Gaya bahasanya pun penting. Tulis dengan kalimat lugas, hindari jargon teknis yang membingungkan, dan sajikan fakta yang bisa diverifikasi. Hindari kata sifat berlebihan seperti "terbaik di dunia" tanpa bukti, karena justru menurunkan kepercayaan. Jika ada data, sertakan sumbernya. Untuk data ekonomi atau statistik nasional, Anda bisa merujuk lembaga resmi seperti Badan Pusat Statistik agar klaim Anda berpijak pada angka yang kredibel.
Langkah Menulis Press Release dari Nol
Setelah memahami struktur dan prinsip layak berita, kini saatnya menyusunnya secara berurutan. Berikut langkah praktis yang bisa Anda ikuti agar hasilnya rapi dan tidak ada bagian penting yang terlewat:
- Tentukan angle berita. Putuskan sudut paling menarik dari kabar Anda dan rumuskan dalam satu kalimat inti sebelum menulis apa pun.
- Susun lead yang kuat. Tulis paragraf pembuka yang menjawab 5W1H, yaitu apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana, secara ringkas.
- Buat judul setelah isi. Banyak penulis berpengalaman justru menulis judul terakhir, setelah inti berita jelas, agar judulnya benar-benar mewakili isi.
- Kembangkan badan berita. Tambahkan detail, latar belakang, dan data pendukung dengan pola piramida terbalik, dari yang terpenting ke yang pelengkap.
- Sisipkan kutipan. Masukkan satu atau dua kutipan dari pimpinan atau pihak terkait untuk memberi sentuhan manusiawi dan sudut pandang.
- Tutup dengan boilerplate dan kontak. Akhiri dengan profil singkat perusahaan dan informasi narahubung yang aktif dan mudah dihubungi.
Sebelum dikirim, baca ulang seperti seorang editor. Pangkas kalimat yang bertele-tele, periksa ejaan dan nama, lalu pastikan satu halaman cukup untuk kabar yang sederhana. Press release yang ringkas dan rapi mencerminkan profesionalisme, dan ini bagian dari personal branding sekaligus citra perusahaan yang Anda bangun lewat tiap komunikasi resmi.
Cara Mengirim ke Media dan Jurnalis
Menulis rilis yang bagus hanya separuh pekerjaan. Separuh lainnya adalah mengirimkannya dengan cara yang tepat ke orang yang tepat. Salah sasaran membuat rilis terbaik sekalipun berakhir di folder spam. Berikut prinsip pengiriman yang sebaiknya Anda terapkan:
- Susun daftar media yang relevan. Pilih media yang topiknya cocok dengan bisnis Anda. Rilis kuliner ke media bisnis dan gaya hidup akan lebih nyambung daripada ke media olahraga.
- Cari jurnalis yang tepat. Sapa jurnalis yang biasa meliput bidang Anda, sebut namanya, dan kirim secara personal, bukan sekadar email massal tanpa identitas.
- Tempatkan rilis di badan email. Jurnalis sering enggan mengunduh lampiran. Tempel teks rilis langsung di email, lampirkan dokumen dan foto sebagai pelengkap, bukan satu-satunya.
- Tulis subjek email yang jelas. Subjek harus mencerminkan inti berita, bukan kalimat promosi. Ini penentu apakah email Anda dibuka atau dilewati.
- Tindak lanjuti dengan sopan. Bila belum ada respons setelah beberapa hari, boleh menyapa sekali lagi secara santun. Hindari mengejar berulang kali yang justru mengganggu.
Dari pengamatan kami mendampingi pelaku usaha, hubungan baik dengan jurnalis sering kali lebih menentukan daripada kesempurnaan tulisan. Membangun relasi jangka panjang, saling menghormati tenggat redaksi, dan tidak memaksa adalah investasi yang membuahkan liputan lebih konsisten. Ini bagian dari kerja hubungan masyarakat yang menempel erat dengan strategi content marketing Anda secara keseluruhan.
Contoh Press Release Sederhana
Agar lebih konkret, berikut kerangka contoh press release fiktif untuk sebuah usaha kecil. Perhatikan bagaimana tiap bagian struktur diterapkan, dari judul sampai kontak, dengan nada faktual dan bukan promosi.
UNTUK DITERBITKAN SEGERA
Koperasi Tani Maju Luncurkan Aplikasi Pencatatan Panen untuk Petani Kecil
Yogyakarta, 21 Juni 2026 - Koperasi Tani Maju hari ini meluncurkan aplikasi pencatatan panen sederhana yang membantu petani anggota mencatat hasil dan harga jual tanpa perlu komputer. Aplikasi gratis ini menyasar petani kecil yang selama ini mencatat panen secara manual dan rentan kehilangan data.
Aplikasi ini dirancang ringan agar bisa berjalan di telepon pintar lama. Petani cukup memasukkan jenis tanaman, jumlah panen, dan harga, lalu data tersimpan otomatis dan bisa dilihat kapan saja. Koperasi berharap pencatatan yang rapi membantu anggota menghitung pendapatan dan merencanakan musim tanam berikutnya.
"Kami melihat banyak petani kesulitan melacak hasil panen mereka, sehingga sulit menilai untung rugi," kata Ketua Koperasi Tani Maju. "Lewat aplikasi ini, kami ingin petani punya catatan yang bisa diandalkan untuk mengambil keputusan."
Tentang Koperasi Tani Maju
Koperasi Tani Maju adalah koperasi pertanian yang menaungi petani kecil di wilayah Yogyakarta, berfokus pada peningkatan kesejahteraan anggota melalui pendampingan dan teknologi sederhana.
Kontak Media: Nama Narahubung, telepon (0274) xxx-xxxx, email humas@contohkoperasi.id
Contoh di atas hanya kerangka, bukan template yang ditelan bulat-bulat. Setiap bisnis punya kabar dan karakter berbeda, jadi sesuaikan sudut, kutipan, dan detailnya. Untuk usaha pertanian dan koperasi, informasi resmi bisa Anda telusuri di laman Kementerian Pertanian dan acuan kelembagaan koperasi di Kementerian Koperasi dan UKM.
Kesalahan Umum saat Membuat Press Release
Mengenali jebakan yang sering terjadi akan menghemat banyak waktu dan menghindarkan rilis Anda dari nasib terabaikan. Berikut kesalahan yang paling kerap kami temui di lapangan:
- Nada terlalu promosi. Rilis yang penuh klaim superlatif tanpa bukti langsung dikenali sebagai iklan, dan jurnalis cenderung melewatinya.
- Lead yang lemah. Paragraf pembuka yang berputar-putar membuat redaksi tidak menemukan inti berita dalam beberapa detik pertama.
- Tidak ada nilai berita. Mengirim kabar yang hanya penting bagi internal perusahaan, padahal pembaca media tidak merasa perlu tahu.
- Terlalu panjang dan bertele-tele. Rilis yang melebihi dua halaman dengan kalimat berbelit membuat jurnalis lelah sebelum sampai ke poin penting.
- Kontak tidak lengkap atau tidak aktif. Jurnalis yang tertarik tetapi tidak bisa menghubungi narahubung akan menyerah dan mencari sumber lain.
Tapi jujur, ada satu pandangan kontrarian yang perlu disampaikan: tidak setiap kabar bisnis pantas dipaksakan menjadi press release. Mengirim rilis untuk hal yang sebenarnya biasa saja justru membakar kredibilitas Anda di mata redaksi. Lebih baik mengirim satu rilis berkualitas dalam tiga bulan daripada lima rilis dangkal dalam sebulan. Reputasi Anda sebagai sumber yang menghargai waktu jurnalis adalah aset yang dibangun perlahan dan mudah rusak.
Key Takeaway: Kualitas mengalahkan kuantitas
Satu press release yang benar-benar layak berita dan dikirim ke jurnalis yang tepat bernilai lebih dari sepuluh rilis dangkal yang disebar massal. Jaga reputasi Anda sebagai sumber yang kabarnya selalu pantas dibaca, dan email Anda akan terus dibuka.
Tips agar Press Release Dilirik Redaksi
Setelah menghindari kesalahan, langkah berikutnya adalah memberi nilai tambah yang membuat rilis Anda menonjol di antara tumpukan email redaksi. Tips berikut sederhana tetapi sering diabaikan, padahal dampaknya nyata.
- Sertakan data dan fakta yang kuat. Angka konkret dan informasi yang bisa diverifikasi membuat berita lebih bernilai dan layak kutip. Pastikan sumbernya jelas.
- Lampirkan visual berkualitas. Foto resolusi tinggi, logo, atau infografik memudahkan redaksi melengkapi berita, dan rilis yang siap dengan visual lebih disukai.
- Tawarkan akses wawancara. Beri tahu bahwa narasumber bersedia diwawancarai. Ini membuka peluang berita berkembang lebih dalam daripada sekadar kutipan singkat.
- Sesuaikan dengan momentum. Kaitkan kabar Anda dengan agenda atau tren yang sedang ramai agar redaksi melihat relevansinya dengan pemberitaan saat itu.
- Hormati tenggat redaksi. Kirim di waktu yang masuk akal, hindari menjelang tenggat besar, dan jangan mengejar respons berulang kali secara mendesak.
Yang menarik, konsistensi sering kalah pamor dibanding kreativitas, padahal justru konsistensilah yang membangun kepercayaan jangka panjang. Bisnis yang rutin menyajikan kabar bernilai, walau sederhana, lama-lama menjadi rujukan jurnalis di bidangnya. Pendekatan ini sebaiknya menyatu dengan rencana pemasaran Anda secara utuh, bukan tindakan dadakan yang muncul hanya saat ada peluncuran besar. Bila Anda membangun ekosistem komunikasi yang rapi, press release menjadi salah satu pilar yang memperkuat pilar lainnya.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa itu press release atau siaran pers?
Press release atau siaran pers adalah pernyataan tertulis resmi dari sebuah organisasi yang dikirim ke media untuk menyampaikan informasi bernilai berita, seperti peluncuran produk, pencapaian, atau kerja sama. Ditulis dengan gaya jurnalistik agar redaksi mudah mengolahnya menjadi berita.
Apa saja struktur press release yang benar?
Struktur baku press release terdiri dari judul, baris tanggal dan tempat, lead atau paragraf pembuka berisi 5W1H, isi atau badan berita, kutipan tokoh, boilerplate atau profil singkat perusahaan, dan informasi kontak narahubung. Urutannya mengikuti pola piramida terbalik, dari yang terpenting ke pelengkap.
Apa bedanya press release dan iklan?
Iklan adalah ruang berbayar yang isinya sepenuhnya dikendalikan pengiklan, sedangkan press release adalah usulan berita yang keputusan dimuat atau tidaknya ada di tangan redaksi. Karena dimuat media independen, press release umumnya dipersepsi lebih kredibel dibanding iklan.
Berapa panjang ideal sebuah press release?
Umumnya satu sampai dua halaman atau sekitar 300 hingga 500 kata. Untuk kabar sederhana, satu halaman sudah cukup. Press release yang terlalu panjang dan bertele-tele membuat jurnalis kehilangan inti berita, jadi tulislah seringkas mungkin tanpa mengorbankan fakta penting.
Apa itu boilerplate dalam press release?
Boilerplate adalah paragraf profil singkat perusahaan yang dipasang di bagian akhir setiap press release. Isinya gambaran ringkas tentang siapa organisasi Anda, bidang usaha, dan fokusnya. Karena dipakai berulang, sebaiknya disusun sekali dengan cermat lalu tinggal disalin pada rilis berikutnya.
Bagaimana cara mengirim press release ke jurnalis?
Susun daftar media yang topiknya relevan, cari jurnalis yang biasa meliput bidang Anda, lalu kirim secara personal dengan menyebut namanya. Tempel teks rilis langsung di badan email, lampirkan foto sebagai pelengkap, dan tindak lanjuti sekali secara sopan bila belum ada respons.
Apakah UMKM kecil perlu membuat press release?
Perlu, terutama karena press release adalah cara mendapatkan publikasi media tanpa biaya iklan. Selama kabar yang dibawa benar-benar layak berita, seperti inovasi atau pencapaian, UMKM kecil pun bisa muncul di media dan membangun kredibilitas yang sulit dibeli dengan uang iklan.
Kesimpulan
Cara membuat press release yang efektif bukan soal merangkai kata indah, melainkan soal berpikir seperti jurnalis: temukan nilai berita yang nyata, susun secara rapi dengan struktur baku dari judul sampai kontak, dan tulis dengan nada faktual yang menghormati pembaca. Press release yang baik memberi redaksi bahan jadi yang siap diolah, bukan brosur yang menuntut perhatian.
Satu nasihat untuk menutup: perlakukan setiap press release sebagai cerminan reputasi bisnis Anda. Kirim hanya kabar yang benar-benar pantas, jaga hubungan baik dengan jurnalis, dan bangun konsistensi dari waktu ke waktu. Publikasi yang tumbuh dari kepercayaan jauh lebih bernilai daripada satu liputan besar yang dikejar dengan memaksa.
Jika Anda sedang merintis usaha dan ingin pendampingan menyusun strategi komunikasi serta publikasi yang pas dengan skala bisnis Anda, tim Mentor Bisnis Indonesia siap membantu dari perencanaan sampai eksekusi. Lengkapi pula upaya Anda dengan memperkuat brand awareness agar setiap kabar yang Anda kirim makin bergema di mata publik.



