Cara jualan di Lazada pada dasarnya cukup ringkas: Anda mendaftar gratis di Lazada Seller Center, melengkapi data toko dan rekening, mengunggah produk, lalu memilih metode pengiriman sebelum mulai menerima pesanan. Tidak ada biaya pendaftaran, dan satu akun bisa Anda kelola lewat web maupun aplikasi. Yang membuatnya terasa rumit bagi pemula bukan langkah teknisnya, melainkan keputusan-keputusan kecil di sepanjang jalan: kategori apa yang dipilih, foto seperti apa yang menjual, dan apakah barang dikirim sendiri atau dititipkan ke gudang Lazada.
Kesalahan paling umum bukan di tahap daftar, tapi setelah toko jadi: produk diunggah asal-asalan, lalu pemilik bingung kenapa tidak ada yang membeli. Artikel ini memandu Anda dari nol, dengan jujur menandai mana langkah yang penting dan mana yang sering bikin pemula tersesat.
Kita akan bahas syarat buka toko, langkah daftar di Seller Center lewat web dan aplikasi, cara mengunggah dan mengoptimasi produk, pilihan pengiriman (FBL vs kirim sendiri), gambaran biaya dan komisi, strategi promo serta rating, perbandingan singkat dengan marketplace lain, sampai kewajiban pajak penjual online yang sering terlewat.
Syarat Buka Toko di Lazada
Kabar baiknya, syarat membuka toko di Lazada relatif ringan dan ramah pemula. Anda tidak perlu badan usaha berbadan hukum untuk memulai. Seorang individu dengan KTP, nomor ponsel aktif, alamat email, dan rekening bank atas nama sendiri sudah bisa membuka toko. Inilah yang membuat marketplace menjadi pintu masuk favorit bagi pelaku usaha kecil yang ingin berbisnis online tanpa modal besar di awal.
Secara umum, yang perlu Anda siapkan adalah: data identitas (KTP), informasi rekening bank untuk pencairan dana, nomor kontak yang bisa dihubungi, serta alamat gudang atau tempat penyimpanan barang. Jika nanti usaha membesar dan ingin tampil sebagai toko resmi atau official store, barulah diperlukan dokumen tambahan seperti NIB dan, untuk merek tertentu, surat penunjukan distributor atau bukti kepemilikan merek.
Nah, di sinilah satu nasihat penting. Banyak pemula menunda buka toko karena merasa harus punya legalitas lengkap dulu. Jujur saja, untuk skala awal, Anda bisa mulai sebagai penjual individu, lalu mengurus legalitas seperti NIB lewat sistem OSS seiring usaha tumbuh. Memahami fondasi legal usaha kecil bisa Anda mulai dari penjelasan UMKM adalah agar arahnya jelas sejak hari pertama.
Langkah Daftar di Lazada Seller Center
Pendaftaran penjual dilakukan lewat Lazada Seller Center, pusat kendali untuk mengelola toko, produk, pesanan, dan keuangan. Anda bisa mendaftar melalui web di komputer maupun lewat aplikasi penjual di ponsel. Untuk pemula, mendaftar lewat web seringkali lebih nyaman karena layar yang lebih luas memudahkan pengisian data dan unggah dokumen. Detail resmi soal pendaftaran bisa Anda lihat langsung di halaman Seller Center Lazada.
Berikut alur umum pendaftarannya secara berurutan:
- Buka Seller Center dan pilih daftar. Akses laman penjual, lalu pilih opsi membuat akun penjual baru menggunakan nomor ponsel atau email aktif.
- Verifikasi nomor dan email. Masukkan kode OTP yang dikirim ke ponsel atau email untuk mengaktifkan akun.
- Lengkapi data toko. Isi nama toko, alamat gudang atau tempat pengambilan barang, dan kategori usaha utama Anda.
- Masukkan data identitas dan rekening. Unggah KTP dan cantumkan rekening bank atas nama yang sesuai untuk pencairan hasil penjualan.
- Tunggu verifikasi. Tim Lazada meninjau data Anda. Setelah disetujui, toko aktif dan siap diisi produk.
Setelah toko aktif, sempatkan menjelajah dashboard sebentar sebelum buru-buru jualan. Kenali menu produk, pesanan, promosi, dan keuangan. Memahami peta dashboard di awal akan menghemat banyak kebingungan nanti, terutama saat pesanan mulai berdatangan dan Anda harus bergerak cepat.
Cara Upload Produk yang Benar
Inilah tahap yang menentukan toko Anda laku atau sepi. Mengunggah produk di Lazada bukan sekadar memasukkan foto dan harga, melainkan menyusun halaman yang membuat calon pembeli yakin membeli. Dari pengamatan kami, banyak pemula menyelesaikan tahap ini dalam lima menit, lalu heran kenapa produknya tidak pernah muncul atau tidak dilirik.
Komponen utama saat mengunggah satu produk:
- Judul produk yang jelas dan kaya kata kunci. Sertakan nama produk, merek, varian, dan kata yang biasa diketik pembeli. Hindari judul yang terlalu pendek atau penuh simbol.
- Foto berkualitas dengan latar bersih. Minimal tiga sampai lima foto dari berbagai sudut, terang dan tajam. Foto pertama menentukan apakah orang berhenti atau menggeser lewat.
- Deskripsi lengkap dan jujur. Cantumkan spesifikasi, bahan, ukuran, isi paket, dan keunggulan. Deskripsi yang menjawab pertanyaan calon pembeli mengurangi komplain dan retur.
- Kategori dan atribut yang tepat. Pilih kategori paling sesuai dan isi atribut produk selengkap mungkin agar mudah muncul saat orang memfilter pencarian.
- Harga dan stok yang akurat. Pastikan harga sudah memperhitungkan komisi dan ongkos, dan stok selalu diperbarui agar tidak terjadi pembatalan.
Pro Tip: Tulis judul untuk mesin pencari sekaligus manusia
Bayangkan kalimat yang Anda ketik sendiri saat mencari barang itu, lalu masukkan ke judul secara wajar. Contoh "Sepatu Lari Pria Ringan Anti Slip Hitam Ukuran 39-44" jauh lebih mudah ditemukan daripada sekadar "Sepatu Keren Murah". Kata kunci yang relevan adalah jembatan antara produk Anda dan calon pembeli.
Optimasi Produk agar Mudah Ditemukan
Mengunggah produk hanyalah separuh pekerjaan. Agar produk benar-benar dilihat, ia harus muncul di halaman atas saat orang mencari. Prinsipnya mirip dengan optimasi mesin pencari pada umumnya: relevansi kata kunci, kualitas konten, dan sinyal kepercayaan dari pembeli sebelumnya. Yang menarik, banyak teknik digital marketing dasar bisa langsung Anda terapkan di dalam marketplace.
Beberapa cara meningkatkan visibilitas produk:
- Riset kata kunci sederhana. Perhatikan saran pencarian saat Anda mengetik di kolom cari Lazada. Itu cerminan apa yang sering dicari orang. Selipkan kata-kata tersebut secara wajar di judul dan deskripsi.
- Lengkapi semua atribut. Produk dengan atribut lengkap lebih mudah lolos filter pencarian dan tampil ke audiens yang lebih spesifik.
- Kumpulkan ulasan positif. Rating dan ulasan tidak hanya membangun kepercayaan, tapi juga menjadi sinyal bagi algoritma untuk menaikkan produk yang disukai pembeli.
- Jaga performa toko. Pesanan diproses cepat, sedikit pembatalan, dan respons chat sigap akan memperbaiki reputasi toko, yang berdampak pada peringkat produk.
Jujur saja, ini bukan sulap satu malam. Produk baru butuh waktu mengumpulkan riwayat penjualan dan ulasan sebelum benar-benar bersaing. Sabar di fase awal, sambil terus memperbaiki halaman produk, jauh lebih efektif daripada gonta-ganti strategi setiap minggu. Kalau Anda ingin pendekatan menyeluruh dalam menjual lewat berbagai kanal, pelajari juga prinsip cara jualan online yang berlaku lintas platform.
Pilihan Pengiriman: FBL vs Kirim Sendiri
Salah satu keputusan penting di Lazada adalah bagaimana barang sampai ke pembeli. Ada dua model utama, dan keduanya punya kelebihan masing-masing tergantung skala dan jenis usaha Anda. Memahami perbedaannya sejak awal mencegah Anda salah pilih dan menanggung biaya yang tidak perlu.
FBL memindahkan beban gudang dan pengemasan ke Lazada, sementara kirim sendiri memberi kendali penuh pada penjual.
Dengan Fulfillment by Lazada (FBL), Anda menitipkan stok ke gudang Lazada. Saat ada pesanan, tim Lazada yang mengambil, mengemas, dan mengirim. Model ini menghemat waktu dan menjaga konsistensi, cocok untuk produk yang sudah stabil terjual. Sebaliknya, dengan kirim sendiri, Anda memegang penuh kendali atas stok dan pengemasan, lebih hemat biaya gudang, dan ideal untuk pemula yang stoknya masih sedikit.
Saran kami untuk yang baru mulai: pakai kirim sendiri dulu. Anda jadi paham ritme pesanan, belajar mengemas dengan rapi, dan tidak terbebani biaya penyimpanan saat penjualan belum stabil. Begitu satu atau dua produk benar-benar laris dan repot diurus manual, barulah pertimbangkan beralih ke FBL untuk produk tersebut.
Gambaran Biaya dan Komisi
Pertanyaan yang hampir selalu muncul: berapa biaya jualan di Lazada? Membuka toko itu gratis, tapi jualan di marketplace mana pun pasti ada potongan. Penting memahami komponennya agar Anda tidak kaget saat dana yang cair lebih kecil dari harga jual. Di sinilah banyak pemula salah hitung dan akhirnya merugi diam-diam.
Secara umum, ada beberapa jenis biaya yang perlu Anda perhitungkan dalam penetapan harga:
- Komisi penjualan. Persentase tertentu dari nilai transaksi yang dipotong tiap kali produk terjual. Besarannya berbeda menurut kategori produk.
- Biaya pemrosesan pembayaran. Potongan kecil terkait sistem pembayaran yang dipakai pembeli.
- Biaya layanan tambahan. Misalnya biaya gudang dan fulfillment jika Anda memakai FBL, atau biaya program iklan jika Anda beriklan di dalam Lazada.
Key Takeaway: Hitung mundur dari dana yang cair
Jangan menetapkan harga lalu berharap untung. Mulailah dari harga modal, tambahkan margin yang Anda inginkan, lalu naikkan lagi untuk menutup komisi dan biaya. Biasakan menghitung harga pokok produksi dengan rapi agar tiap penjualan benar-benar menyisakan keuntungan, bukan sekadar perputaran uang.
Besaran komisi dan biaya bisa berubah dari waktu ke waktu dan berbeda per kategori, jadi selalu cek struktur biaya terbaru langsung di Seller Center sebelum menetapkan harga final. Untuk mengelola margin secara disiplin, susun perhitungan biaya pakai kalkulator HPP dan harga jual UMKM agar tiap produk punya angka yang jelas, bukan tebakan.
Strategi Promo dan Menjaga Rating
Toko sudah jadi, produk sudah tampil, tapi penjualan tetap butuh dorongan. Lazada menyediakan beragam fitur promosi yang bisa Anda manfaatkan, dan di sisi lain, menjaga rating toko adalah pekerjaan rumah yang tidak pernah selesai. Keduanya berjalan beriringan: promo menarik pembeli baru, rating bagus membuat mereka berani membeli.
Beberapa cara mendorong penjualan tanpa langsung membakar anggaran iklan:
- Ikut kampanye dan tanggal kembar. Lazada rutin menggelar promo besar seperti tanggal kembar. Ikut serta menempatkan produk Anda di hadapan lonjakan pengunjung tanpa harus membangun trafik sendiri.
- Pasang voucher toko. Diskon kecil atau gratis ongkir dari penjual sering menjadi penentu akhir saat pembeli ragu antara dua produk serupa.
- Manfaatkan iklan dalam platform secukupnya. Iklan berbayar bisa mempercepat eksposur, tapi mulailah dengan anggaran kecil dan ukur hasilnya sebelum menambah.
- Bundling dan harga grosir. Menawarkan paket atau harga lebih murah untuk pembelian banyak bisa menaikkan nilai transaksi rata-rata.
Soal rating, prinsipnya sederhana tapi sering diabaikan: layani pembeli seperti Anda ingin dilayani. Kirim cepat, kemas rapi, balas chat dengan ramah, dan tangani komplain dengan kepala dingin. Satu ulasan bintang lima yang tulus jauh lebih berharga daripada sepuluh ulasan yang dipaksakan. Reputasi dibangun bertahap, tapi bisa runtuh dalam semalam karena satu penanganan komplain yang buruk.
Lazada vs Shopee vs Tokopedia
Banyak penjula bertanya, lebih baik jualan di Lazada, Shopee, atau Tokopedia? Jujur, tidak ada jawaban tunggal yang benar untuk semua orang. Ketiganya marketplace besar dengan karakter berbeda, dan pilihan terbaik bergantung pada produk serta target pasar Anda. Yang sering kami sarankan justru bukan memilih satu, melainkan memahami kekuatan masing-masing.
Strategi yang sering berhasil adalah memulai dari satu marketplace yang paling cocok dengan produk Anda, menguasainya, lalu memperluas ke platform lain (sering disebut multichannel). Jika ingin membandingkan langkah praktisnya, baca panduan cara jualan barang di Shopee dan cara jual di Tokopedia sebagai pembanding langsung. Yang penting, jangan langsung membuka toko di tiga tempat sekaligus saat masih pemula. Mengelola satu toko dengan baik lebih sehat daripada tiga toko yang setengah jalan.
Bagi yang berjualan tanpa stok, marketplace juga ramah untuk model dropship. Anda bisa mempelajari cara menjadi dropshipper untuk memulai tanpa harus menyetok barang lebih dulu, sebuah pintu masuk yang sangat ringan modalnya.
Kewajiban Pajak Penjual Online
Bagian ini sering dianggap remeh oleh penjual pemula, padahal penting. Pada prinsipnya, penghasilan dari jualan online tetap merupakan objek pajak penghasilan, sama seperti penghasilan dari usaha lain. Begitu omzet Anda mulai rutin dan membesar, memahami kewajiban perpajakan bukan lagi pilihan, melainkan bagian dari mengelola usaha secara bertanggung jawab.
Untuk pelaku UMKM, pemerintah menyediakan skema pajak yang lebih sederhana melalui ketentuan pajak penghasilan final dengan tarif yang relatif ringan bagi usaha kecil. Penjelasan resmi mengenai hak dan kewajiban wajib pajak UMKM tersedia di siaran pers Direktorat Jenderal Pajak tentang hak dan kewajiban UMKM. Untuk memahami konsepnya secara utuh, baca penjelasan PPh final UMKM dan dasar pajak UMKM agar tidak salah langkah saat penghasilan mulai naik.
Jujur, banyak penjual baru cemas berlebihan soal pajak, sampai menunda mengurus padahal omzetnya masih sangat kecil. Yang lebih bijak adalah belajar bertahap: pahami ambang batas yang berlaku, simpan catatan penjualan dengan rapi, dan pelajari aturan resmi langsung dari sumbernya di Direktorat Jenderal Pajak. Saat usaha membesar, pertimbangkan mengurus legalitas dan mendaftar lewat program pembinaan UMKM yang informasinya tersedia di Kementerian Koperasi dan UKM. Data tren ekonomi digital yang resmi juga bisa Anda telusuri di Badan Pusat Statistik.
Tips Memulai agar Tidak Cepat Menyerah
Membuka toko itu mudah, bertahan yang sulit. Kegagalan paling sering bukan karena produk jelek, melainkan karena pemilik menyerah terlalu cepat sebelum tokonya sempat menemukan ritmenya. Berikut beberapa kebiasaan yang membedakan toko yang bertahan dengan yang menghilang setelah sebulan.
- Mulai dari sedikit produk yang dikuasai. Tidak perlu langsung mengunggah ratusan item. Lima sampai sepuluh produk yang halamannya digarap serius lebih baik daripada banyak produk yang asal tayang.
- Pantau angka, bukan perasaan. Cek statistik kunjungan, konversi, dan produk mana yang paling dilihat. Keputusan berdasar data jauh lebih sehat daripada menebak.
- Perbaiki halaman produk secara berkala. Ganti foto yang kurang menarik, perbaiki judul, tambahkan jawaban atas pertanyaan yang sering muncul di chat. Toko itu hidup, bukan dibuat sekali lalu ditinggal.
- Jaga arus kas dan stok. Jangan habiskan semua keuntungan. Sisihkan untuk modal restok agar produk laris tidak kehabisan stok di saat penting.
- Sabar di tiga bulan pertama. Toko baru butuh waktu membangun riwayat dan ulasan. Banyak yang menyerah di bulan pertama, padahal hasil sering baru terasa di bulan ketiga.
Benchmark: Garap dalam, bukan lebar
Untuk penjual pemula, sepuluh produk dengan halaman yang rapi, foto bagus, dan deskripsi lengkap akan mengalahkan seratus produk yang diunggah seadanya. Kedalaman mengalahkan keluasan, terutama di awal.
Satu pandangan kontrarian untuk ditutup: marketplace bukan satu-satunya jalan. Punya toko di Lazada itu bagus, tapi sehat juga membangun kanal sendiri, misalnya web UMKM atau media sosial, agar Anda tidak sepenuhnya bergantung pada satu platform. Marketplace memberi trafik instan, tapi aset jangka panjang adalah pelanggan yang mengenal merek Anda langsung. Untuk gambaran ide produk yang bisa dijual, telusuri juga ide jualan online dan peluang usaha yang sesuai minat Anda.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apakah jualan di Lazada gratis?
Membuka toko dan mendaftar sebagai penjual di Lazada tidak dikenakan biaya. Namun saat produk terjual, ada potongan berupa komisi penjualan dan biaya pemrosesan pembayaran. Jika memakai layanan gudang FBL atau beriklan di dalam platform, ada biaya tambahan tersendiri. Karena itu, hitung semua potongan ini sebelum menetapkan harga jual.
Apa saja syarat untuk membuka toko di Lazada?
Untuk penjual individu, Anda cukup menyiapkan KTP, nomor ponsel aktif, alamat email, rekening bank atas nama sendiri, dan alamat tempat penyimpanan barang. Tidak perlu badan usaha berbadan hukum untuk memulai. Dokumen tambahan seperti NIB atau bukti kepemilikan merek baru diperlukan jika ingin menjadi toko resmi atau official store.
Apa itu FBL di Lazada?
FBL atau Fulfillment by Lazada adalah layanan ketika stok Anda dititipkan di gudang Lazada. Saat ada pesanan, tim Lazada yang mengambil, mengemas, dan mengirim barang. Model ini menghemat waktu dan menjaga konsistensi, cocok untuk produk laris dengan volume tinggi. Untuk pemula dengan stok terbatas, kirim sendiri biasanya lebih hemat di awal.
Berapa lama proses verifikasi toko Lazada?
Lazada meninjau data pendaftaran Anda sebelum mengaktifkan toko. Lama prosesnya bervariasi tergantung kelengkapan dan kebenaran data yang Anda kirim. Memastikan KTP terbaca jelas, data rekening sesuai, dan informasi toko lengkap akan mempercepat persetujuan. Pantau notifikasi dari Seller Center untuk mengetahui status verifikasi.
Lebih baik jualan di Lazada atau Shopee?
Tidak ada jawaban tunggal. Lazada kuat di kategori elektronik dan produk bermerek dengan sistem fulfillment yang terstruktur, sedangkan Shopee punya basis pembeli sangat luas dan fitur gamifikasi yang ramah pemula. Pilih yang paling cocok dengan produk dan target pasar Anda, kuasai dulu satu platform, baru perluas ke lainnya jika sudah stabil.
Bagaimana cara produk saya muncul di halaman atas Lazada?
Gunakan judul kaya kata kunci yang biasa dicari pembeli, lengkapi atribut produk, kumpulkan ulasan positif, dan jaga performa toko dengan pemrosesan cepat serta pembatalan minimal. Produk baru butuh waktu mengumpulkan riwayat penjualan dan ulasan sebelum bersaing di halaman atas, jadi konsistensi memperbaiki halaman produk lebih penting daripada trik instan.
Apakah penghasilan jualan di Lazada kena pajak?
Pada prinsipnya, penghasilan dari jualan online tetap menjadi objek pajak penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi pelaku UMKM tersedia skema pajak penghasilan final dengan tarif yang relatif ringan. Simpan catatan penjualan dengan rapi dan pelajari aturan serta ambang batasnya langsung dari sumber resmi Direktorat Jenderal Pajak, terutama saat omzet mulai rutin dan membesar.
Apakah bisa jualan di Lazada tanpa stok barang?
Bisa, dengan model dropship. Anda memajang produk dari pemasok, dan ketika ada pesanan, pemasok yang mengirim barang langsung ke pembeli atas nama toko Anda. Model ini ringan modal karena tidak perlu menyetok barang, tapi kendali kualitas dan kecepatan kirim sangat bergantung pada pemasok, jadi pilih mitra yang tepercaya sejak awal.
Kesimpulan
Cara jualan di Lazada tidak serumit yang dibayangkan: daftar gratis di Seller Center, lengkapi data dan rekening, unggah produk dengan judul dan foto yang baik, pilih metode pengiriman, lalu kelola toko dengan disiplin. Tahap teknis hanya butuh beberapa jam, tapi membangun toko yang benar-benar laku adalah pekerjaan berkelanjutan yang menuntut kesabaran dan perbaikan terus-menerus.
Dua hal yang ingin kami tekankan di penutup. Pertama, garap halaman produk secara dalam, bukan sekadar banyak produk yang asal tayang. Kedua, jangan sepenuhnya bergantung pada satu platform. Marketplace memberi trafik instan, tapi aset jangka panjang Anda adalah merek yang dikenal pelanggan. Pahami juga kewajiban pajak sejak dini agar usaha tumbuh sehat dan tertib.
Jika Anda sedang merintis usaha dan ingin pendampingan yang terstruktur, dari menentukan harga, mengelola stok, sampai memasarkan ke kanal yang tepat, tim Mentor Bisnis Indonesia siap membantu langkah demi langkah. Untuk memperkuat fondasi, mulai juga dengan memahami dasar bisnis online dan ragam cara jual online agar strategi Anda makin matang sejak awal.



